Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Tak terasa, tahun 2012 sudah berakhir. Kita telah memasuki tahun 2013. Namun sebelum itu, di penghujung tahun 2012, seperti biasa umat Kristiani di Tanah Papua melewati bulan Desember sebagai bulan penuh berkat. Ketika sejak 1 Desember, dari rumah-rumah, gereja hingga kandang-kandang Natal yang dibangun setiap kompleks perumahan, lagu Natal terdengar membahana setiap pagi, sore dan malam hari. Lagu yang sungguh menggugah kerohanian kita umat Kristiani bahwa peristiwa kelahiran Yesus Kristus, Sang Penebus adalah tak sekedar peristiwa iman teologis tetapi sebuah perayaan yang memerdekakan batin.

 

Untuk pertama kalinya, Suku Mairasi di Kampung Esrotnamba merayakan Natal. Maklum. Mereka baru saja menerima Injil beberapa bulan lalu.

Pohon Natal jenis cemara se­tinggi dua meter berdiri tegak di sudut kanan ruangan. Di sudut lain, terdapat semacam kolam kecil yang dibuat khusus untuk menampung persembahan. Hari itu, Rabu 12 Desember 2012. Hujan meng­guyur Kampung Esrotnamba di sore hari menjelang malam. Satu persatu warga Kampung Esrotnamba mulai berdatangan. Mereka memenuhi bangunan gereja sederhana berdinding bambu, berlantai tanah dan beratap daun sagu sambil membawa hasil bumi berupa pisang, keladi dan jagung.

Tanggal 10 Desember 2012, Kota Wamena Ibukota Kabupaten Jayawijaya merayakan HUT ke-55. Usia yang sangat matang untuk pertumbuhan sebuah kota. Lalu bagaimana pendapat sang pemimpinnya atas kondisi terkini dan perkembangan kota yang terletak di Lembah Baliem itu? Redaktur Majalah Lani, Gusty Masan Raya berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo, S.Sos.SH.M.Par di Rumah Makan Bali Hai, Ruko Dok II Jayapura. Berikut petikan wawancaranya.

Kampung Esrotnamba itu kian “bertambah” dalam banyak hal. Iman, pendidikan, dan kesehatan kini dapat mereka nikmati.

Wajah Mr. Jhon Dalton, pi­lot pesawat Cessna “am­phibi” Caravan 208B itu tampak berseri-seri. Senin, 12 No­vember 2012. Nabire sedikit mendung disertai gerimis kecil. Mr. Dalton, dalam pengakuannya, meminta sendiri kepada Mr. Tom Bolzer, pilot sebelumnya yang sudah tiga kali berturut-turut membawa kami dan mendaratkan pesawat di Esrotnamba.

Sudah empat puluh tahun lebih, Mama Oheaksek menjadi dukun beranak. Sebuah pekerjaan mulia yang patut dihargai.

Sudah cukup lama saya men­dengar cerita tentang  dukun beranak terlatih di Lembah Beliem, Kampung Pugima. Namanya Mama Oheaksek Hisage, seorang wanita separoh baya yang sejak tahun 60 puluhan bekerja sebagai dukun beranak.

Buta permanen sejak lahir tak membuat mereka menye­rah. Mereka tetap berkreativitas untuk bertahan hidup.

Matahari panas membakar Kota Jayapura siang itu. Ken­daraann  tampak lalu lalang di Jalan Irian. Tepat di depan pintu masuk Supermarket Galael,  seorang pria berkaos hijau kuning duduk menghadap beberapa hasil kerajinan tangan seperti keset, sulak dan serbet.

Sebanyak 9 kantor kampung di Distrik Pelebaga diresmikan. Upaya memperpendek rentang kendali pelayanan.

Belasan mobil meraung-raung menyusuri jalan yang berkelok dan men­daki setelah keluar dari Kota Wamena menuju ke arah selatan. Mobil patwal dengan dua pengawal bupati terlihat paling depan disusul mobil warna hitam bernomor polisi 1972 JW yang ditumpangi Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo, S.Sos. SH. M.Par. Cuaca siang itu, Jumat 30 November 2012, cukup cerah. Namun udara Lembah Baliem tetap terasa dingin menyengat kulit.

Pesawat Walesi Air Service resmi beroperasi. Melayani penumpang Jayapura-Wamena dua kali sehari.

Bandara Sentani Jayapura sejak pukul 06.00 WIT sudah ramai. Ruang kedatangan maupun keberangkatan sesak dipenuhi pe­numpang. Pesawat berbadan lebar pun silih berganti berangkat dan mendarat di Bandara internasional terbesar di Papua itu. Hari itu, Sabtu, 22 Desember 2012 menjadi sejarah bagi pesawat Walesi Air Service. Pesawat jenis Avro RJ 100 milik PT Walesi Anugrah Mandiri ini resmi beroperasi melayani penerbangan Jayapura-Wamena pulang pergi.

Seperti tahun sebelumnya, kebutuhan sembilan bahan pokok menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru tiba-tiba mendadak naik.

Bulan Desember setiap tahun dapatlah di­bi­lang sebagai bulan penuh ber­kah bagi pelaku usaha di Kota Jayapura. Tingginya permintaan ba­­rang di jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru selalu tidak diimbangi dengan ketersediaan barang. Akibatnya, harga barang terutama sembilan bahan pokok (sembako) meroket naik. Dalam euforia pesta dan perayaan itu, suka atau tidak suka, konsumen tetap membelinya, tak peduli berapa pun harganya.

Angka penderita HIV-AIDS di Papua mencapai 13.196 kasus. Terbanyak usia produktif. Generasi muda Papua dalam ancaman besar.

Bumi Cenderawasih, Tanah Ter­­berkati ini bagai tak habis dirundung masalah dan bencana. Salah satu persoalan pelik lain di bidang kesehatan belasan tahun terakhir ini adalah semakin tinggi­nya angka penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndro­me (AIDS). Virus mematikan yang hingga kini belum ditemukan obatnya ini dari hari ke hari kian banyak memakan korban nyawa manusia Papua.

Guru dulu dan sekarang beda. Beda loyalitas, beda pengorbanan.

Gerimis masih turun di atas Kota Jayapura pagi itu. Jam Seico perak yang melilit di tangan kirinya menunjuk angka sepuluh. Beberapa menit lagi, para peserta latihan yang digelar Unicef akan masuk ruangan di aula lantai 3 Hotel Matoa. “Saya sudah tiga puluh tahun menjadi guru,” ujar Yunus Rumwaropen, Ama.Pd mengawali perbincangan dengan Majalah LANI.

Ia adalah designer perempuan asli Papua yang potensial. Karya-karyanya menyentuh cita rasa etnik Papua yang tak lazim.

Rumah berlantai dua di Jalan Bosnik, Puskopad Tanah Hitam Distrik Abepura, Rabu, 5 Desember 2012 terlihat cukup ramai. Beberapa remaja putri terlihat sibuk. Tangan mereka terampil mengutak-atik busana gaun pesta warna putih yang dikolaborasi dengan etnik Papua.

Panorama alam Kaimana sungguh eksotis. Salah satu di antaranya adalah Danau Jamor Fata.

Pernahkah anda berkunjung ke Kabupaten Kaimana di Pro­vinsi Papua Barat? Wilayah ini memiliki segudang potensi wisata alam yang sangat eksotis. Fisiografi lahan perpaduan antara bukit-bukit karang nan terjal, lembah curam dan daerah dasar lembah yang landai dengan juluran teluk jauh ke darat, membuat Kaimana sungguh memukau mata setiap pengunjung.

Tim Mutiara Hitam, Persipura sudah bersiap menyambut Liga Super Indonesia musim 2012/2013. Skuadnya lebih bertenaga.

Dibanding tim-tim lain yang nyaris merombak total skuadnya, Mutiara Hitam julukan Persipura justru tak melakukan perubahan berarti. Hampir sembilan puluh lima persen wajah lama masih dipertahankan.

Usianya masih tergolong sangat muda. Tiga puluh lima tahun. Kini ia menjadi bupati di kabupaten penuh tantangan.

Sepeda motor Mega Pro war­na hitam bernomor polisi DS3945KL itu meraung-raung memasuki halaman gedung DPRD Intan Jaya. Belasan motor tampak ikut dari belakangnya. Seorang lelaki berbaju kebesaran warna putih turun dari motor itu. Menunggu lelaki yang berpakaian yang sama turun dari motor di sampingnya.
Kota Sugapa, Kamis 22 November 2012, tampak cerah. Ratusan orang memenuhi gedung DPRD Kabupaten Intan Jaya pagi itu. Mulai dari undang­an penting hingga rakyat kecil datang ke Sugapa. Hari itu merupakan hari bersejarah bagi kabupaten pemekaran Paniai itu. Sepasang pemimpin, bupati dan wakil bupati defenitif pertama, dilantik dan diambil sumpahnya.

Mobil Hilux hitam baru saja berhenti tepat di pintu masuk lobi Hotel Baliem Pilamo Wamena. Beberapa wanita turun dari dalam mobil itu.

Sambil bercakap-cakap, mereka berjalan gontai menuju lobi hotel untuk mengambil kunci kamar tempat mereka menginap. “Kami baru saja mengikuti presentasi dari tim pemekaran calon kabupaten Balim Center,” ujar Sophia Maipauw, wanita cantik asal Ayamaru saat berkenalan dan berbincang-bincang dengan Majalah Lani yang kebetulan berada di lobi hotel yang sama.

Separuh penduduk Kampung Mamugu, Asmat terserang kusta. Perlu keseriusan pemerintah untuk atasi segera.

Helikopter baru saja mendarat di kampung Mamugu Distrik Sawaerma Kabupaten Asmat, 4 Januari pukul 08.30 WIT. Menteri Kesehatan (Menkes) RI, dr. Nafsiah Mboi, Kepala Dinas Kesehatan Pro­vinsi Papua drg. Josef Rinta R., M.Kes, MH dan Wakil Bupati Kabupaten Asmat dr. Yulius Patandianan beserta rombongan terlihat turun dari burung besi itu dan berjalan kaki.