Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Papua, tanah indah, kaya budaya! Semua berdecak kagum, semua salut dan memuji Papua. Hingga orang menjuluki tanah ini sebagai “surga yang jatuh ke bumi.” Hamparan hutan maha luas, gunung dan bukit penuh emas, laut dan danau kaya ikan, serta tanah maha subur memberi berkat yang menjanjikan harapan hidup bagi penghuninya.

Mereka orang-orang yang menderita. Terpenjara oleh kondisi geografis selama beratus tahun lamanya. Terabaikan oleh pelayanan. Mereka saudara kita yang terlupakan.

Helikopter milik Helivida yang membawa rombongan kami mendarat di Dusun Woman, Kampung Burokmakot Kabupaten Yahukimo. Puluhan lelaki bertelanjang dada terlihat berdiri menyambut kami. Hari itu, Rabu 21 Agustus 2013. Cuaca sedikit berawan namun tak menjadi kendala berarti untuk melakukan penerbangan.

Pelabuhan Lokpon, Dekai, merupakan pelabuhan tempat kami menuju Mabul, Korowai. Kami ingin menjumpai salah satu suku terasing di Papua.

Hari itu Minggu, 11 Agustus 2013. Sekitar, pukul 07.00 WIT Speed Boat yang dikemudi Ones Wanma, dengan mesin berkecepatan 40 cc, melaju melintasi kelokan-kelokan aliran sungai Brasa dan melewati beberapa kampung diantaranya, kampung Pepera I, Pepera II dan Sipananp.
Bernad Mabel (pengantar turis), Lucy Helan(26), Emile Simpsan(31) turis asal Inggris, Ali Tabuni, Mr Cooking), Kelemns, dan Saya. Untuk sampai ke Mabul pergi pulang, ke­duanya membayar Rp 70 juta. Bagi Lucy dan Emile ini kali pertama datang ke Papua, terlebih Korowai. Keinginan melihat kehidupan suku Korowai dan juga tidur di rumah tinggi, yang biasanya mereka lihat di foto.

Ketika kita membaca judul atau tema dari refleksi iman kita di bulan ini, yakni : “Makna Ke­saktian Pancasila Bagi umat Kris­ten,” mungkin akan terlintas beberapa pertanyaan seperti “Apakah hubungan antara Pancasila dengan umat Kristen di Indonesia? Apakah pancasila itu Kristen atau apakah Kristen itu pancasila? Pada bagian manakah hubungan antara ke­duanya? Apakah kesaktian Pancasila itu dan mungkin akan lebih banyak lagi pertanyaan dari para pembaca mengenai hal tersebut.

Jika kita selalu sibuk untuk Tuhan, maka DIA pun akan sibuk untuk kita dengan kebaikan dan rahmat-Nya.

Pesawat Batik Air Boeing 737 Seri 900 dengan nomor pe­nerbangan IT6181 lepas landas dari Bandara Sentani. Jarum jam  di tangan saya menunjukkan pukul 08.05 WIT. Hari itu, Senin, 19 Agustus 2013. Saya bersama rombongan Tim Baliem Mission Center (BMC) pimpinan Bapak John Wempi Wetipo menuju Bogor Jawa Barat guna mengikuti kegiatan Pekan Pemuda Nasional Ke-II 2013 Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII).

Kurangnya kesadaran dari orang tua untuk mendorong anaknya bersekolah membuat para guru harus putar otak. Jika tidak, banyak bangku sekolah kosong akibat kekurangan murid.

Awal September lalu, motor yang saya kendarai menuju SD Negeri Mosso, Distrik Muara Tami melewati Kampung Skouw. Jarak yang harus ditempuh adalah tiga kilometer. Saya melewati jalan  berbukit dan hutan hingga tiba di pos penjagaan.  Seorang tentara dengan senjata di bahu kanannya berdiri gagah. Matanya awas menatap setiap orang yang masuk dan keluar dari dan ke kampung Mosso.