Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Pesta demokrasi lima tahunan bagi seluruh rakyat bertajuk Pilkada di Kabupaten Jayawijaya, Papua perlahan namun pasti telah melewati tahap demi tahap. Spanduk dari calon pasangan yang maju mulai terpampang di tepi-tepi jalan Kota Wamena. Hiruk pikuk deklarasi partai politik guna mendukung jagoannya pun telah dilakukan satu demi satu.

Rakyat Jayawijaya siap memilih pemimpinnya. Atmosfer politik meningkat. Butuh kesantunan berpolitik demi membangun demokrasi.

Cuaca kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Se­nin, 6 Mei 2013 begitu cerah. Kondisi yang bersahabat itu seperti mendukung tahapan dimulainya pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Jayawijaya.

“Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)

Umat Tuhan yang diberkati. Pekabaran Injil adalah tugas yang harus diperankan oleh setiap umat Kristen (gereja Tuhan) di dalam dunia, sebab sesungguhnya misi Pekabaran Injil adalah amanat yang diterima langsung dari Tuhan Yesus dan bahwa amanat Pekabaran Injil harus dilakukkan hingga menjangkau dunia. Selanjutnya, untuk menunaikan misi PI yang menjangkau dunia, maka gereja sangat membutuhkan peranan Roh Kudus, supaya misi PI itu dapat terlaksana dengan baik. Jika demikian pertanyaannya adalah ‘apakah yang menjadi peran Roh Kudus dalam misi Pekabaran Injil yang dilakukan oleh gereja di dalam dunia’ ?.

Kendati berangkat dari keluarga berlatar belakang ekonomi lemah, mereka terus berjuang. Maju bersama menggapai kesuksesan.

Sabtu,  4 Mei 2013, pukul 13.30 WIT sang surya mulai me­ning­gi. Sengatannya semakin menu­suk ubun-ubun kepala hingga mera­suk ke dalam tubuh. Meski demikian semangat tetap membara mencari Panti Asuhan (PA) Elisa yang berlokasi di Jalan Baru Enggros Tanah Hitam RT 01, Kelurahan Asano, Distrik Abepura.

Untuk mencapai semua impian dibutuhkan kerja keras, doa, kesabaran, dan ketekunan. Pekerjaan apapun perlu dilakukan dengan teliti.

Belum lama ini di Kodam XVII Cenderawasih, Jayapura diadakan pameran yang menghadirkan 34 stand. Salah satunya stand mama Ester Kereway. Beliau berprofesi sebagai pembuat miniatur kelinci, burung hantu, boneka, bunga, pigura, dan kotak tisu. Semua miniatur itu  terbuat dari bia laut, cangkang kerang, dan keong. Selain itu terdapat tempurung kelapa yang dilukis dan diletakkan dalam sebuah taman kecil dan ditaburi pasir putih. Keunikan dan kreativitas menyulap limbah menjadi sebuah karya yang unik itulah yang  memikat perhatian pengunjung.

Termangu dan takjub. Begitulah reaksi kami ketika melihat mobil Toyota Fortuner berwarna hitam datang menjemput kami di Bandara Nabire.

Rasa terkejut ini bukan tanpa sebab. Mobil berpelat kuning seharga sekitar Rp 500 juta itu digunakan sebagai angkutan umum. Mobil itu akan membawa kami menuju Kabupaten Dogiyai.

Hadir dan menikmati acara di studio televisi nasional bukan luar biasa. Lumrah. Tetapi hadir dengan rasa bangga karena karya dihargai, sungguh berbeda.

Rabu, 17 April 2013 menjadi hari tak terlupakan buat saya. Untuk pertama kalinya, saya menonton secara langsung acara bergengsi Kick Andy di Studio Metro TV, Jalan Pijar Mas Raya, Kedoya-Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Kick Andy! Sebuah program televisi berbobot yang saya kagumi sejak dulu.

Pemerintah Pusat melalui pre­siden Susilo Bambang Yudho­yono (SBY) bakal memberikan Otonomi Khusus (Otsus) Plus bagi Provinsi Papua. Otsus Plus ini diberikan untuk menjawab berbagai persoalan di Papua yang tak kunjung selesai.

Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mendukung penuh program yang telah disiapkan Gubernur Papua untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat mendukung pro­gram-program yang sudah dipaparkan gubernur, yang dijabarkan dalam Otsus Plus. Sebab program-program tersebut berpihak dan menyentuh langsung masyarakat Papua,” kata Priyo saat menggelar pertemuan dengan Gubernur Papua, Lukas E­nembe SIP.MH, Ketua MRP Timotius Murib, Sekda drh. Constant Karma, dan staf khusus presiden Felix Wanggai di ruang kerjanya.

Untuk menyamakan visi misi gubernur dan wakil gubernur yang akan dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jang­ka Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua, seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melakukan pertemuan dengan Sekretaris Daerah Papua drh. Constant Karma.

Perkembangan pendidikan se­kolah menengah pada semua jenis di Provinsi Papua dalam tiga tahun terakhir ini terus mengalami peningkatan, pada tahun 2009 jumlah SMA/MA/SMK sebanyak 253 sekolah, tahun 2011 menjadi 273 sekolah.

Makin membaiknya pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya membuat investor tertarik untuk menanamkan modalnya.
Jika sebelumnya, investor pe­ngelola Mall Silo Sukarno Doga siap beroperasi, maka dalam waktu dekat ini dua investor besar dari luar Papua bakal masuk lagi.

Pasien RSUD Wamena kian hari kian membludak. Namun fasilitas dan SDM belum menunjang.

Enam kursi berukuran panjang di ruang utama RSUD Wamena masih terlihat disesaki warga yang ingin berobat. Padahal waktu sudah menunjukan pukul 13.00 WIT. Di bagian ruangan lainnya, tepatnya di instalasi gawat darurat (IGD), dokter maupun perawat terlihat silih berganti memberikan pertolongan kepada pasien yang terbaring sakit.

Kota Jayapura siang itu bagai terbakar matahari. Panas. Saya menuju pondok yang berjejer di sepanjang Skyland. Mencari kelapa muda menghilangkan dahaga.

Hulda Yakarimilena (18) menyodorkan pesanan sebutir kelapa muda campur es yang saya minta. Ia berkisah, usaha yang kini dijalani adalah milik keluarganya. Ibunya, Lefina Semra (46) adalah orang pertama yang berjualan kelapa muda di Skyland. 12 tahun sudah usaha ini dijalani. “Saya memilih usaha ini karena belum ada yang berjualan,” kata Lefina.

Ia lelaki yang sahaja. Pekerja keras. Pendidikan baginya bukan halangan untuk maju mengekspresikan jiwa seninya. Lewat lukisan.

Nama Agustinus Ohee sebagai seniman dan pelukis aliran karikatur ini belum begitu familiar di telinga sebagian orang. Namun, sejumlah karyanya berupa ukiran motif berornamen Port Numbay telah menghiasi beberapa tempat seperti gerbang kantor gubernur Papua, hotel di Jayapura, gedung Polda Papua, hingga gereja. Selain itu pot bunga berbahan semen yang terpajang di sepanjang jalan di kota Jayapura. Motif  Papua terbarunya adalah taman eden buatan di sepanjang jalan Skyland.

Kondisi geografis bukan kendala untuk melaksanakan pembangunan. Dibutuhkan inovasi dan keberanian seperti di Kabupaten Nduga.

“Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak, dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi”. Kata-kata bijak Jawaharlal Nehru ini mengilhami Bupati Yairus Gwijangge, S. Sos, M. Si. untuk membangun daerahnya sebagai salah satu kabupaten pemekaran baru. Ia ingin menjadikan daerahnya maju sejajar dengan daerah lain di Papua, khususnya di wilayah Pegunungan Tengah.

Jika belum sampai ke Wamena, Anda belum sampai ke Papua. Ada apa dengan Wamena?

Pagi itu, Wamena, Ibukota Kabupaten Jayawijaya tampak sangat cerah. Pesawat Trigana Air Service yang membawa kami terbang dari Bandara Sentani, mendarat mulus di Bandara Wamena, Minggu, 5 Mei 2013 sekitar pukul 11.00 WIT. Hotel Baliem Pilamo, salah satu hotel paling mewah di Wamena menjadi tujuan saya dan empat teman wartawan.

Persipura tampil superior di ISL musim ini. Ada peluang besar meraih juara dan mendapat “Bintang Empat” musim ini.

Peluang itu kian terbuka selepas anak-anak asuhan Jacksen F. Tiago berhasil memetik “poin plus apel Malang” dengan menumbangkan Arema Cronus (2-1), Ming­gu 12 Mei 2013 di Stadion Kanjuruhan.

Bupati Kabupaten Jayawijaya, John Wempi  Wetipo, S.Sos. M.Par. MH menegaskan, ti­dak semua pelaksanaan program de­ngan menggunakan Otonomi Khusus (Otsus) di kabupaten-kabupaten gagal.

Pendidikan adalah tungku SDM. Hal itu sangat disadari oleh Pemkab Lanny Jaya. Oleh karena itu, mereka membuat gebrakan membangun pendidikan di wilayah itu.

Tidak terasa Pemerintahan De­finif Bupati Lanny Jaya yang dipimpin Befa Yigibalom, SE. M.Si dan Wakil Bupati Berthus Kogoya, SH tanggal 21 Juni 2013 genap berusia dua tahun. Pemerintah sendiri telah menetapkan empat program yang menjadi prioritas pembangunan yaitu Pendidikan, Kesehatan, Pengembangan Ekonomi, dan Pembangunan Infrastruktur Dasar. Khusus untuk bidang pendidikan sedikitnya ada tiga target yang disusun Bupati Befa Yigibalom untuk mengejar ketertinggalan pendidikan di Lanny Jaya.

Kendala terbesar yang dihadapi pemerintah di Pegunungan Te­ngah Papua, termasuk Kabupaten Lanny Jaya adalah topografi geografi yang sangat sulit. Bagaimana Pemkab Lanny Jaya membuka seluruh akses di kawasan ini? Berikut wawancara eksklusif Majalah Lani dengan Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lanny Jaya, Christian Sohilait, ST. M. Si di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, awal Mei 2013 lalu.


Miris. Sekolah ini tanpa perpustakaan. Tanpa buku-buku bacaan yang sangat dibutuhkan untuk menambah wawasan anak-anak.

Sekelompok anak kecil menge­nakan seragam merah putih dan menenteng noken berisi buku. Sambil berjalan mereka menenteng sepatu. Sesekali tawa dan canda memecah kesunyian rerimbunan kelapa sawit, Kampung Kwimi, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.

Sudah setahun lebih, Kabupaten Lanny Jaya resmi memiliki pemimpin defenitif. Sejak Bupati Befa Yigibalom, SE.M.Si dan wakilnya Berthus Kogoya, SH dilantik pada 25 Oktober 2011. Bagaimana strategi kedua pemimpin perdana ini meletakkan dasar bagi Lanny Jaya di lima tahun pertama? Minggu, 12 Mei 2013, Crew Majalah Lani berbincang-bincang dengan Bupati Befa Yigibalom di Hotel Horison Jayapura. Lulusan Magister Sains UGM Yogyakarta kelahiran 15 Juni 1972 itu berkisah banyak tentang gebrakan pembangunan yang telah dilakukannya. Berikut petikan perbincangan.