Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Tanggal 9 April 2014, bangsa Indonesia akan merayakan Pesta Demokrasi. Di bawah slogan Langsung Umum Bebas dan Rahasia (LUBER), Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara Pemilu mengajak seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang sudah memiliki hak pilihnya untuk datang ke TPS-TPS. Memilih wakil rakyat kita, mulai dari DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD RI.

Pesta demokrasi untuk memilih anggota calon legislatif (Caleg) periode 2014-2019 baik DPR RI, DPD, DPR Papua maupun DPRD Kabupaten/Kota pada tanggal 9 April 2014 mulai ditabuh.

Sebanyak 12 partai politik (Parpol) antara lain Nasdem, PKB, PKS, PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, Hanura, PBB, PKPI ikut ambil bagian dalam pesta lima tahunan itu. Dimulainya pesta pemilihan ang­gota legislatif ditandai dengan pembukaan kampanye damai yang dilaksanakan 15 Maret 2014 secara serempak di seluruh Indonesia, tak terkecuali Papua bersama 29 kabupaten dan kota.

“Di sampaikan itu kau carilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya dan yang benci kepada pengejaran suap, tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang”  (Keluaran 18:21)

Umat percaya yang diberkati Tuhan, ‘BIJAK MEMILIH’ adalah tema sentral yang di­sajikan untuk direfleksikan dalam iman Kristen berkenan dengan persiapan berlangsungnya pesta demokrasi rakyat Indonesia dalam rangka pemilihan calon wakil rakyat pada 9 April 2014. Sehubungan dengan itu maka sebagai warga masyarakat dan sebagai para CALEG yang adalah wakil Allah di dalam dunia dan yang bertugas memperjuangkan aspirasi rakyat tanpa memandang suku, agama, budaya, golongan, status sosial, dan sebagainya, marilah kita secara bersama-sama mensukseskan kegiatan dimaksud dengan penuh bertanggung jawab kepada Tuhan.

Keluarga pejuang mengelola sebuah yayasan dan panti asuhan. Walau banyak kerikil tajam yang harus dilewati, semangat juang dan kerja keras itu patut diacungi jempol.

Kamis, 20 Maret 2014, penulis bergegas menuju Kertosari-Sabron Sari, Sentani. Butuh waktu 30 menit untuk mencapai Yayasan Laskar Kristus. Sayangnya  jalan becek dan berlumpur akibat  hujan, apalagi  jembatan Sabron sedang diperbaiki. Sesampainya di Yayasan Laskar Kristus, saya me­nemui Evangelis Ariaty Lidia Serpara. Ibu enam anak itu berkisah mengenai kehadiran  keluarganya  di tanah Papua. Sebagai keluarga pejuang, mereka ingin berbuat lebih.

Adalah Bongit Sofyan Hendry Sihombing, Manager Food and Beverage Hotel Aston. Pria yang lahir pada 11 Februari 1971 asal Medan, Sumatera Utara itu merupakan sosok yang tangguh. Bongit mewarisi  kedisiplinan dari sang ayah yang bekerja di sebuah perusahaan asing ternama pada masanya. Membentuknya menjadi pribadi yang tak patah semangat dalam menjalani hidup.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Australia pada Februari 2014 lalu mengundang Kabupaten Jayawijaya untuk terlibat dalam “National Multicultural Festival” yang dipusatkan di Kota Canberra.

Salah satu program pemerintah Australia adalah promosi seni, budaya, dan pariwisata tingkat dunia yang dikenal dengan “National Multicultural Festival”. Setiap tahun ajang ini digelar di sejumlah kota besar di Australia dan diikuti oleh negara-negara sahabat termasuk Indonesia. Event berkelas dunia ini membawa pengaruh positif bagi Indonesia untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki baik seni, budaya, dan pariwisa termasuk kekayaan alam.

Ini adalah pengalaman pertama saya bertemu salah satu suku terasing di Kampung Esrotnamba pedalaman Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Bersama tim Baliem Mission Center (BMC), saya menikmati banyak kesan penuh cinta di sana.

Siang itu matahari sudah tepat berada di atas ubun-ubun, namun udara Lembah Baliem Kota Wamena masih  terasa. Ketika saya bersama tim Baliem Mission Center (BMC) melangkah menuju pesawat yang akan membawa kami terbang menuju Kampung Esrotnamba, Kabupaten Kaimana Papua Barat.

Pemerintah Jepang secara rutin melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua. Pemprov Papua pun memanfaatkannya untuk mendorong agar Jepang berinvestasi di Papua.

Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Junji Shimada kembali melakukan kunjungan kerjanya ke Provinsi Pa­pua, 18 Maret 2014. Dalam kunju­ngan tersebut Wakil Dubes Jepang itu bertemu dengan Gubernur Pro­vinsi Papua, Lukas Enembe, SIP.MH di kantor Gubernur Provinsi Papua.

Peluang Papua menjadi tuan rumah PON 2020 sangat terbuka. Pemerintah Provinsi Papua memanfaatkan iven empat tahunan itu untuk menjadikan buah merah sebagai minuman resmi.

Setelah sukses dalam mempromosikan buah merah yang dibuat dalam berbagai bentuk makanan dan minuman pada pa­meran di Jakarta Convention Center (JCC) medio September 2013 lalu.

Untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, maka Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dibawa kepemimpinan Bupati, Jhon Wempi Wetipo, SH.MH terus melakukan terobosan, salah satunya membangun Kantor Otonom.

Sejak dipancang pada perte­ngahan tahun 2011 hingga kini kantor otonom ini terus diba­ngun secara bertahap. Hingga Tahun 2013, pembangunan fisik gedung tersebut telah rampung, namun ada beberapa hal yang perlu dikerjakan seperti halnya perabot, landskep, pagar, genset, rumah, dan beberapa hal lainnya.

Setelah sekian lama menunggu akhirnya pembangunan kantor Mapolres Jayawijaya yang baru diresmikan. Namun yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Gedung baru Mapolres Jaya­wijaya diresmikan oleh Ke­pala Kepolisian Daerah Pa­pua, Irjen Pol. Drs M. Tito Karnavian, MA. Ph.D, 11 Maret 2014.
Dalam arahannya Kapolda meng­harapkan agar jajaran Polres Jayawijaya dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, seiring dengan di­resmikannya kantor baru Polres Jayawijaya.

WVI Jayawijaya menggandeng Next Edu untuk mengembangkan potensi kecerdasan murid-murid pada Sekolah Dasar (SD) di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Dalam program yang dija­lankan bersama tersebut, Wahana Visi Indonesia mencoba mengenalkan suatu pen­dekatan baru yang telah dikembangkan Next Edu (konsultan pendidikan dari Surabaya), di mana paling tidak membuat anak-anak merasa nyaman dengan sekolahnya masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menargetkan pada tahun 2015 seluruh kawasan di Lanny Jaya dapat diterangi dengan listrik. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya alam menjadi energi.

Seluruh distrik hingga kampung di Kabupaten Lanny Jaya bakal menjadi terang. Ini memang menjadi salah satu program prioritas Bupati Befa Yigibalom, SE.MSi dan Wakil Bupati Berthus Kogoya, SH pada tahun 2015 mendatang.

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menggelar Musyawarah Perencana­an Pembangunan Daerah (Musrenbang) untuk membahas program kerja dan kebijakan pemerintah daerah.

Musrenbang ini diikuti pim­pinan SKPD dan kepala-kepala distrik se Kabupaten Lanny Jaya, yang digelar di Aula Nirimok, Kantor Bupati Lanny Jaya, 20 Maret 2014.
Sekretaris Daerah Lanny Jaya, Christian Sohilait, ST. MSi mewakili bupati dalam arahannya kepada peserta Musrenbang mengatakan da­­lam menyusun Rencana Kerja Peme­rintah

Menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN) 2013/2014, Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dinas P dan P) Lanny Jaya, menggelar sosialisasi ujian nasional (UN) dan sosialisasi sistem penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun 2014.

Kegiatan sosialisasi UN dan sistem pengunaan dana bantuan sekolah (BOS) dibuka secara resmi oleh Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait, ST. MSi mewakili Bupati Befa Yigibalom, SE.MSi, 19 Maret 2014.

Ketergantungan akan pangan beras masih tinggi. Pemerintah Kabupaten Paniai kini berupaya keras untuk mengurangi ketergantungan itu.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Paniai di bawah kepemimpinan duet Bupati Hengki Kayame, SH.MH dan Wakil Bupati Yohanis You, S.Ag.M.Hum untuk mengurangi ketergantungan masyara­kat akan beras dengan membudiyakan produk lokal yakni ubi jalar yang dalam bahasa setempat disebut nota.

Pemerintah Kabupaten Paniai membutuhkan Rp1,8 triliun untuk membiayai program dan kegiatan pembangunan pada tahun 2015 mendatang.

Jumlah fulus sebesar Rp1,8 tri­liun untuk membiayai program dan kegiatan itu merupakan hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Kabupaten yang di gelar selama dua hari mulai dari tanggal 17 hingga 18 Maret 2014 di Gedung Sebarbaguna Uwata Wogi Yogi Enarotali.

Mengedepankan cara yang bermartabat, saling menghargai demi mendapatkan wakil rakyat yang terbaik untuk kepentingan daerah.

Kampanye 12 partai politik se­rentak dilaksanakan di seluruh Indonesia, tak terkecuali kabupaten Mappi. Para caleg inipun memaparkan visi dan misi mereka jika terpilih nanti.
Pembukaan kampanye di Kabupaten pecahan dari Merauke ini berlangsung dengan lancar dan aman. Masyarakat dan simpatisan pun antusias mengikuti acara lima tahunan ini.

Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Mappi terus mengalami peningkatan. Hingga Desember 2013 tercatat 109 kasus. Pemerintah setempat dan seluruh komponen masyarakat berupaya keras memerangi penyakit ini.

Kasus Human Immunodefici­ency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) pertama kali ditemukan di Kabupaten Mappi pada tahun 2002 silam. Sedikitnya 6 orang terinfeksi penyakit tersebut wilayah Eci, Distrik Assue.

Tahun 2014 ini, merupakan tahun ketiga masa kepemimpinan Bupati, Stefanus Kaisma-Benyamin Ngali di Kabupaten Mappi. Seluruh rencana program kerja yang akan dilakukan mengacu pada visi-misi keduanya.

Dua tahun kepemimpinan mereka berdua berjalan yakni tahun 2012-2013 sebagian visi-misi sudah di­lak­sanakan dalam bentuk program kerja yang penjabarannya ada pada setiap Satuan Kerja Perang­kat Daerah (SKPD), baik yang sudah, sedang dan akan dilakukan.

Manokwari, kota buah, memiliki durian unik. Namanya durian pelangi. Siapa mengira, ternyata tanaman dengan buah paling enak dan mahal itu, sebelumnya di ambang kepunahan.

Adalah Karim Aristides, pene­liti dan penemu buah durian itu di Manokwari, Papua Barat. Ia memberinya nama, durian pelangi. Kamis, 30 Januari 2014, bersama salah seorang rekan wartawan, saya mengontak Karim untuk bertemu dan melakukan wawancara. Setelah komunikasi by phone, de­ngan Megapro, kami pun meluncur dari Abepura menuju rumah Karim, yang terletak di belakang pos polisi, Lumba-Lumba, Dok V Atas.

Alam dan budaya Papua memang tak pernah henti menghasilkan inspirasi dan kretivitas seni di dunia perfilman. Terbaru, film Negeri di Bawah Awan.

Setelah Film Denias: Senandung di Atas Awan (2006) dan Di Timur Matahari (2011) karya Ari Sihasale menggemparkan jagat perfilman nasional yang dengan kental menampilkan budaya dan alam Papua nan eksotis, kini sebuah film baru garapan putri Papua lahir memukau para penikmat film nusantara. Film berjudul Negeri Di Bawah Awan yang diproduseri oleh Yosina Laly Buiney dan disutradarai oleh Ipong Widjaya, berhasil me­nembus Kanada setelah masuk dalam 10 besar nominasi Festival Film Internasional Kanada, baru-baru ini.

Pembangunan pelebaran jalan Sentani-Jayapura bakal rampung pada akhir 2014. Saat ini masih dibutuhkan dana Rp 100 miliar untuk menuntaskannya.

Kendaraan roda empat dan roda dua melaju mulus mulai dari batas Kota Jayapura hingga pusat ibu kota Kabupaten Jayapura di Sentani.
Kondisi ini memang berbeda dibanding tiga tahun lalu. Lancar­nya arus lalu lintas mulai dari batas Kota Jayapura di distrik Heram hingga ibu kota Kabupaten Jayapura tidak lepas dari proyek pelebaran jalan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional yang saat ini masih terus dikebut pengerjaannya.

Rabu, 12 Februari, dua hari sebelum Gunung Kelud meletus dan menyiram abunya hingga ke Kota Gudeg, saya mengunjungi Kraton Yogyakarta. Menikmati wisata sejarah yang unik dan menarik.

Lonceng Kyai Brajanala berdentang beberapa kali. Suaranya tidak hanya memenuhi Regol Keben namun terdengar hingga Siti Hinggil dan Bangsal Pagelaran Kraton Yogyakarta. Sedangkan di Sri Manganti terdengar lantunan tembang dalam Bahasa Jawa Kuna yang didendangkan oleh seorang abdi dalem. Sebuah kitab tua, sesaji, lentera, dan gamelan terhampar di depannya.

Mereka berdomisili di Jayapura tetapi sebagian besar tidak terdaftar secara administratif, sulit mendapat hak layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, bahkan cenderung dicap sebagai sumber masalah. Demikianlah kondisi yang dialami sebagian besar masyarakat asal Pegunungan Tengah di Jayapura dan sekitarnya.

Adalah Lesman Tabuni, SKM.MM, seorang birokrat dan intelektual masyarakat Pegunungan Tengah asal Kabupaten Jayawijaya. Peduli terhadap kondisi masyarakat Pegunungan Tengah yang ada di Kota Jayapura, Sentani dan Keerom, ia pun melakukan studi. Menurut hasil studi yang dilakukan Lesman, awalnya pada 1963 beberapa orang asal Pegunungan Tengah datang ke Jayapura bersama dengan para misionaris untuk be­kerja sebagai pembantu. Sebagian  yang lain berniat  melanjutkan studi. Hal itu  terus berlangsung hingga tahun 2000.

PON XX Tahun 2020 makin dekat ke Papua menyusul sukses yang diraih dalam penghitungan suara pada rapat anggota KONI Se Indonesia di Jakarta.

Seratusan lebih pasang mata perwakilan KONI Provinsi seluruh Indonesia dan induk cabang olah raga terlihat hening saat dimulainya pembacaan penghitu­ngan suara 3 besar calon tuan rumah PON XX Tahun 2020 dalam rapat tahunan anggota KONI yang digelar di Jakarta Convention Center, 11 Maret 2014.

Dipercaya memimpin lembaga yang mengurusi bidang investasi di Papua, segudang pengalaman di bidang kehutanan menjadi modal utama.

Perizinan investasi di Papua sebagian besar terkait dengan pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan hutan Papua adalah tempat dimana semua kekayaan itu tersimpan.
Berbekal latar belakang pendidikan serta pengalaman di bidang kehutanan, John Way, S.Hut.MSi dianggap sebagai figur yang tepat untuk membantu Gubernur Papua dalam mengambil kebijakan di bidang investasi.